BAHAGIAKU nyata atau semu?

mencoba menjadi seseorang yang terlihat bahagia bagi orang lain itu sungguh capek. awalnya oke lah hanya bermodal senyum yang tersungging di bibir sebagai kamuflase dari rasa yang sebenarnya, atau basa basi semu sebagai pengulas bibir sehingga kita menjadi manusia munafik yang merasa sakit di dalam hati namun haru terlihat manis di depan orang lain, demi untuk menjaga agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

satu dua tiga kali mungkin juga itu bisa terjadi, namun jika harus setiap saat, rasanya jenuh juga. capek baik fisik maupun hati. berpura pura manis tapi hati serasa pahit

mungkin

Satu pemikiran pada “BAHAGIAKU nyata atau semu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s