UNTUK PAK WALIKOTA KU

kepada
yth walikota salatiga
di tempat

dengan hormat,
pak, saya adalah salah satu wrga bapak yang tinggal di daerah nanggulan yang sering bepergian ke luar kota salatiga.
dari pengalaman saya berada di luar salatiga, terus terang saya iri. karena banyak kota yang saya singgahi telah mampu berbenah menjadikan kota itu enak dipandang dan dilihat. sebagai contoh awal adalah semarang, sekarang semarang melaui program semarang setara nya telah mampu mengubah wajah semarang menjadi lebih indah. jalan pahlawan yang dulu terlihat kumuh, dengan pedagang kaki lima yang bertebaran tiap malam di sepanjang jalan itu hilang dan berubah menjadi pedestrian yang lebar dan nyaman untuk pejalan kaki, solo kota budaya ini pun berbenah dengan memindahkan pasar barang bekas triwindu dan merubahnya menjadi night market ngarsopuro serta sentralisasi pedangang kaki lima di galabo yang mampu menciptakan tujuan wisata baru di solo.

salatiga sebagai kota yang berda ditengah tengah keduanya merupakan kota transit yang ideal untuk di kembangkan pariwisata kulinernya sehingga wisatawan itu rela meluangkan waktunya untuk sekedar beristirahat di dalam kota salatiga dan menikmati kuliner khas salatiga.

ini bisa terjadi dengan pembenahan berbagai sektor yang bertujuan untuk menikatkan sektor pariwisata, sehingga ekonomi masyarakat salatiga bisa terangkat.

pada awalnya saya sangat antusias dengan pembenahan lingkungan alun alun kota, serta penertiban para pedagangnya, namun lambat laun harapan itu sirna, karena pemerintah kota seperti setengah setengah dalam menanganinya, alun alun kota sebagai simbol kota lama kelaman berubah menjadi kumuh kembali dengan tenda tenda pedagang yang acak acakan dalam penataan. sehingga menimbulkan kesan buruk terhadap lingkungan.

belum lagi peruabhan arah pada jalan jend. sudirman yang dari dua arah berubah menjadi satu arah. ini menimbulkan masalah baru dalam berlalu lintas sehingga sering terjadinya kesemprawutan lalu lintas terutama di penyempitan jalan lintasan pertigaan depan ex reksa theater.

pasar raya 2 yang berdiri megah di tengah kota tampak bagai bangunan liar hanya hidup di pagi sampai sore hari saja karena tidak di pergunakanya lantai lantai atas bangunan tersebut. mengingat ini melibatkan pihak ketiga kami mengharapkan bangunan ini untuk segera bisa di pergunakan untuk meningkatkan ekonomi warga.

bapak walikota yang saya hormati,
tugu jam yang berada pada bundaran taman sari dan berada tepat didepan rumah dinas walikota, adalah tetenger khas kota salatiga, untuk itu saya berharap, tugu jam itu bebas dari bendera bendera parpol atau organisasi masyarakat yang membuat tugu jam itu menjadi terlihat kumuh dan tidak enak dipandang.

patung dua pahlawan indonesia sebagai tetenger baru disalatiga sangat lah bagus namun kurang maksimal dalam penataanya.

bapak walikota yang terhormat,
penataan penataan kota mendesak di laksanakan, karena perlu diingat pak, jika jalan tol semarang solo nanti sudah beroperasi maka salatiga bisa menjadi kota mati karena pintu keluar rencana nya akan berada di daerah tingkir yang jaraknya jauh dari pusat kota.

demikian sedikit saran dari saya pak warga kota salatiga yang hanya mampu untuk ngrepoti. saya memang bukanlah pemilih anda namun saya yakin and tidak akan membeda bedakan. karena anda adalah bapak warga salatiga saat ini.

terima kasih pak , mohon maaf bila ada salah salah kata saya yang menyinggung perasaan.

salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s