sate sapi pak sali rasanya pas di lidah, gag
percaya? untuk membuktikan, anda bisa datang di
sekitaran jalan nanggulan salatiga tepatnya depan
bekas swalayan ABSA nanggulan, beliau biasa mangkal
di sana untuk menjajakan daganganya, tapi inget
jangan sampe datang lebih dari jam 9 malam kalo gak
mau kehabisan, dan jangan datang terlalu sore karena
beliau mulai buka sekitar pukul setangah delapan
malem.
sate sapi pak sali banyak di sukai masyarakat karena
rasanya yang pas antara bumbu olahan daging dan sambal
kacangnya. serta ke empukan dagingnya yang begitu pas
dilidah. anda mau nyoba yang apa? ada daging,
jantung, ginjal dan hati, pokoknya komplit.
sate sapi yang di bandrol dengan harga 10 ribu
rupiah plus lontong ini bisa jadi alternatif kuliner
bagi yang menginginkan cita rasa berbeda dari olahan
daging sapi.
menurut pak sali beliau sudah mulai berjualan sate
sapi ini sejak tahun 60an tepatnya lupa, “dulu saya
buka awal itu dengan berkeliling mas, muter muter
sampe jauh”. “tapi itu dulu, sekarang sudah tua mas,
sudah gag kuat lagi”.”sate saya ini asapnya sampe
kudus, jakarta, semarang lho mas”, maksudnya bahwa
setiap orang yang merantau itu kalo pulang mesti
mampir dan menyempatkan diri untuk sekedar meikmati
sate sapi khas pak sali.
tetapi perlu di ingat bahwa anda tidak akan di
sediakan tempat yang nyaman, bukan juga anda itu
makan di sebuah resto mahal, sehingga nantinya gag
kaget, anda cuma akan menikmati sate sapi ini di
pinggiran jalan tepatnya di teras sebuah mini market
yang sudah gag buka lagi.
satu ciri khas sate sapi pak sali dalam menyajikan
daganganya, beliau tidak pernah menggunakan kertas
pembungkus yang sekarang ini banyak di pakai, tetapi
beliau tetap menggunakan pembungkus dari daun pisang
yang sekarang ini susah di dapat, “biar wangi daun
itu menyatu sama satenya mas dadi rasanya tambah
nikmat, gitu.”
anda berminat? datang saja di sekitaran nanggulan.