Beberapa hari ini kantor geger, bendahara kantor bingung sampe nangis karena di perhitungannya ada seleisih dana sebesar 98 juta. **DUENK DUENK** dan si bendarahar sumpah sumpah gag pernah pake uang kantor untuk kepentingan pribadi.
sampai hari ini pun masalah ini juga belum selesai, mempelajari rekap keuangan yang bersangkutan semua data sudahlah benar dengan totoal kwitansi yang lengkap pula, tapi kenapa bisa selisih??
yak, saya bukan lulusan akutansi namun saya pernah mendapatkan ilmu tatabuku dasar jaman sekolah, dari melihat pembukuan tersebut didapat kesimpulan awal bahwa pembukuanya acak acakan. tidak adanya buku kas bank, kas besar dan kas harian membuat perhitungan keuangan menjadi mudah selisih karena tidak adanya bahan perbandingan dalam pencocokan alur kas. pembukuan yang dipakai adalah pembukuan sederhana dengan menggunakan neraca lajur dengan item no. keterangan debet kredit dan saldo.
ini sangatlah riskan jika harus menghitung keuangan dengan jumlah sampai ratusan juta dan helllllllooooo itu kan pembukuan dasar, yang dipake buat ngetung ibu ibu arisan.
telitilah jangan sampe terlambat.
salam
4/01/2012


